Friday, June 14, 2013

AIR SUSU IBU ( ASI )


AIR SUSU IBU ( ASI )
Air susu ibu ( ASI ) adalah susu yang di produksi oleh manusia untuk konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat. Air susu ibu diproduksi karena pengaruh hormone prolaktin dan oksitosin setelah kelahiran bayi. Air susu ibu pertama yang keluar disebut kolostrum atau jolong dan mengandung banyak immunoglobulin IgA yang baik untuk pertahanan tubuh bayi melawan penyakit. Bila ibu tidak dapat menyusui anaknya, harus digantikan oleh air susu dari orang lain atau susu formula khusus. Susu sapi tidak cocok untuk bayi sebelum berusia 1 tahun.
Dua sampel air susu ibu. Sampel sebelah kiri adalah foremik, air susu yang encer dan bening, susu ini berasal dari payudara yang berisi. Sampel sebelah kanan adalah hindmilk, air susu yang kental dan putih, susu ini berasal dari payudara yang keriput.
Pengaruh Cahaya Matahari
Apabila air susu ibu dejemur di bawah sinar matahari secara langsung, maka dalam beberapa jam akan berubah warnanya menjadi merah seperti darah. Hal tersebut disebabkan reaksi kimia yang dikarenakan air susu ibu mengandung berbagai macam protein dan vitamin.

Hal – hal yang mempengaruhi produksi ASI
Berikut adalah hal – hal yang mempengaruhi produksi ASI
Ø Makanan
Ø Ketenangan jiwa dan pikiran
Ø Penggunaan alat kontasepsi
Ø Perawatan payudara
Ø Anatomis payudara
Ø Faktor fisiologi
Ø Pola istirahat
Ø Faktor isapan anak atau frekuensi penyusuan
Ø Faktor obat – obatan
Ø Berat bayi lahir
Ø Umur kehamilan saat melahirkan
Ø Konsumsi rokok dan alcohol
Sumber : Wikipedia







Dahsyatnya Manfaat Air Susu Ibu ( ASI )


Manusia minum air susu manusia, sapi minum air susu sapi, ini merupakan prinsip yang tak dapat diubah. Namun entah mulai kapan di bawah dorongan propaganda beraneka rupa iklan susu bubuk, membuat masyarakat pada umumnya mempunyai pemikiran yang salah, yakni susu sapi adalah yang terbaik, baru kemudian air susu ibu ( ASI ). Namun pada kenyataannya, coba kita pikirkan, tiap pabrik susu bubuk dengan segala upaya memperbaiki susunan gizi dalam susu bubuk, tujuannya adalah supaya kualitas susu bubuknya sebisa mungkin mirip dengan kualitas ASI. Maka jelas ASI adalah pilihan paling tepat bagi bayi anda.

1.     Bayi cerdas sehat dan memiliki IQ yang baik
Jika tidak ada suatu masalah khusus, ASI semakin di minum akan semakin bertambah banyak, jadi tidak perlu merasa kuatir kekurangan. ASI selalu mempunyai suhu standarnya, tingkat kesegaran yang prima dan bebas bakteri, serta mudah di cerna. ASI mengandung berbagai macam zat antibody yang berasal dari ibu, memberi perlindungan terhadap berbagai sumber penularan penyakit bagi bayi. Bayi yang minum ASI di banding dengan bayi yang minum susu buatan, lebih jarang terjangkit bermacam penyakit akut maupun kronis. ASI juga bisa mengikuti pertumbuhan bayi dengan otomatis merubah komposisinya, untuk menyesuaikan kebutuhan setiap tahap masa pertumbuhan bayi. ASI tidak mengandung jenis protein dari benda lainnya, bisa mengurangi kemungkinan yang mengakibatkan bayi terkena alergi. ASI mengandung komposisi gizi yang sangat dibutuhkan oleh pertumbuhan otak bayi, uji klinis telah membuktikan bahwa bayi yang dibesarkan dengan ASI, IQ-nya ( Intellegencia Quotient ) lebih tinggi. Melalui proses menyusui, pendekatan intim antara bayi dan ibu, lebih mudah menumbuhkan IQ bayi dalam kepercayaan diri sendiri maupun orang lain.
2.     Ibu sehat cantik dan ceria
Ibu yang menyusui setelah melahirkan zat oxytoxin nya akan bertambah, sehingga dapat mengurangi jumlah darah yang keluar setelah melahirkan. Kandungan dan perut bagian bawah juga lebih cepat menyusut kembali ke bentuk normalnya. Ibu yang menyusui bisa menguras kalori lebih banyak, maka akan lebih cepat pulih ke berat tubuh sebelum hamil. Ketika menyusui, pengeluaran hormon muda bertambah, menyebabkan ibu dalam masa menyusui tidak ada kerepotan terhadap masalah mestruasi, pada masa ini juga mengurangi kemungkinan menderita osteoporosis ( keropos tulang ) setelah masa menopause. Menurut statistik menyusui juga mengurangi kemungkinan terkena kanker indung telur dan kanker payudara dalam masa menopause. Juga ibu yang menyusui tidak perlu bangun tengah malam untuk mengaduk susu bubuk, ketika pergi bertamasya juga tidak perlu membawa setumpuk botol dan kaleng susu, bukankah bisa menjadi seorang ibu yang santai dan gembira.


3.     Meringankan beban pengeluaran keluarga
ASI tersedia secara alamiah, ibu hanya perlu menguasai gizi yang seimbang dan cukup, tidak perlu kuatir kekurangan. Minum ASI bisa menghemat pengeluaran tambahan tiap bulan untuk membeli susu, tidak perlu beli botol susu dan alat untuk mensterilkan. Lagi pula bayi yang minum ASI daya tahan tubuhnya lebih kuat, dan jarang menimbulkan efek alergi pada tubuh, sehingga jarang sakit dan mengurangi biya pengobatan.
4.     Menyayangi bumi, menyukseskan perlindungan alam
ASI bersuhu alami segar bebas bakteri, maka tak perlu di panaskan dan disteril, bisa mengurangi pemborosan bahan bakar, lagi pula untuk memenuhi kebutuhan susu bubuk yang berlebihan, dunia kita membutuhkan berapa alam hijau, bahkan menebang pohon pelindung hutan, untuk memelihara sapi perah lebih banyak. Melepaskan susu bubuk dan menggunakan ASI, bisa menghemat berapa banyak sampah botol dan kaleng susu yang di buang ? Jika setiap wanita setelah melahirkan mau menyusui dengan ASI selama 1 tahun, tentunya akan menghemat berapa banyak pembalut wanita ?.
Sumber : dr.Zhang Wenhua, Dokter spesialis anak
Manfaat Air Susu Ibu ( ASI ) Dilihat Dari Berbagai Aspek
Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu : aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis dan aspek penundaan kehamilan.
1.     Aspek Gizi
Manfaat Kolostrum
Ø Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare.
Ø Jumlah kolostrum yang diproduksi berpariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari – hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.
Ø Kolostrum mengandung protein vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari – hari pertama kelahiran.
Ø Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.
Komposisi ASI
Ø ASI mudah dicerna karena selain zat gizi yang sesuai, jugamengandung enzim – enzim untuk mencerna zat – zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut.
Ø ASI mengandung zat – zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak.
Ø Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65 : 35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey : Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.

Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI
Ø Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro – transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. Percobaan pada binatang menunjukan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata.
Ø Decosahexanoic Acid ( DHA ) dan Arachidonic Acid ( AA ) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang ( polyunsaturated fatty acids ) yang diperlukan untuk pembentukan sel – sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk / disintesa dari substansi pembentukannya ( precursor ) yaitu masing – masing dari Omega 3 ( asam linolenat ) dan Omega 6 ( asam linoleat ).


2.     Aspek Imunologik
Ø ASI mengandung zat anti infeksi dan bebas kontaminasi
Ø Immunoglobulin A (Ig A ) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri pathogen E coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan.
Ø Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan.
Ø Lysosim, enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri ( E coli dan salmonella ) dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi.
Ø Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari 3 macam yaitu : Brochus – Asociated Lympocyte Tissue ( BALT ) antibody pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue ( GALT ) antibody saluran pernafasan, dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue ( MALT ) antibody jaringan payudara ibu.
Ø Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.

3.     Aspek Psikologik
Ø Rasa percaya diri ibu untuk menyusui : bahwa ibu mampu menyusui dengan produksi ASI yang mencukupi untuk bayi. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih saying terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon terutama oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.
Ø Interaksi ibu dan bayi : pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi tergantung pada kesatuan ibu – bayi tersebut.
Ø Pengaruh kontak langsung ibu – bayi : ikatan kasih saying ibu – bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit ( skin to skin contact ). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.


4.     Aspek Kecerdasan
Ø Interaksi ibu – bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan system syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi.
Ø Penelitian menunjukan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.
5.     Aspek Neurologis
Ø Dengan menghisap payudara koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.
6.     Aspek Ekonomis
Ø Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan bayi sampai bayi berumur 4 bulan. Dengan demikian akan menghemat pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu formula dan peralatannya.
7.     Aspek Penundaan Kehamilan
Ø Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi ( MAL ).
Sumber : Buku Panduan Manajemen Laktasi : Dit.Gizi Masyarakat-Depkes RI 2001
Pilih ASI atau Susu Formula
WHO merekomendasikan ASI langsung diberikan segera setelah lahir (inisiasi menyusui dini, satu jam pertama setelah lahir). ASI eksklusif diberikan untuk enam bulan pertama setelah lahir, tanpa diberikan tambahan susu formula apalagi makanan pendamping ASI. Setelah enam bulan pertama, makanan pendamping ASI boleh mulai diberikan dengan ASI tetap diberikan hingga minimal usia dua tahun. ASI diberikan sewaktu-waktu sepanjang hari setiap bayi anda ingin minum ASI. Jangan berikan pacifiers atau dot plastik pada bayi anda, karena hanya akan menenangkan anak anda sejenak namun tidak memberikan nutrisi yang mereka butuhkan, luangkan waktu anda demi anak anda, karena manfaat dari pemberian ASI eksklusif ini akan menjadi bekal awal mereka ke depan.
ASI merupakan satu-satunya susu yang ideal dan dibutuhkan oleh anak anda. Kandungan nutrisi di dalam ASI, baik dalam jumlah maupun bentuk, merupakan satu-satunya sumber nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan anak anda. Kandungan antibodi yang tidak bisa anda dapatkan dari susu formula dapat membantu melindungi anak anda dari berbagai macam penyakit, diantaranya adalah infeksi telinga, alergi, infeksi saluran nafas dan saluran kemih, termasuk diare dan pneumonia, dua penyebab utama kematian anak dan bayi di dunia. ASI juga memiliki keuntungan ekonomis karena anda tidak perlu membelinya, selain itu juga menghemat waktu dan siap pakai karena anda tidak perlu repot membuatnya. ASI juga memberikan manfaat jangka panjang untuk anak anda, WHO menyatakan bahwa anak yang diberikan ASI eksklusif selama enam bulan dan diteruskan pemberiannya hingga minimal dua tahun terbukti memiliki tekanan darah normal dan kadar kolesterol yang rendah saat dewasa, atau dengan kata lain pemberian ASI di usia awal kehidupan akan melindungi anak anda dan menurunkan resiko overweight, obesitas, serta diabetes tipe dua setelah mereka dewasa. Bahkan terdapat data yang menunjukkan bahwa mereka juga memperoleh hasil tes kecerdasan (tes IQ) yang lebih tinggi.   

Pemberian ASI juga dapat membantu mengendalikan terjadinya kehamilan berikutnya hingga 98% (namun tidak dapat disebut sebagai salah satu metode kontrasepsi yang mutlak, efektif terutama pada pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama). Selain itu pemberian ASI juga membantu menurunkan resiko terjadinya kanker ovarium dan kanker payudara pada ibu, mempercepat proses kembalinya uterus ke ukuran semula setelah melahirkan, mencegah terjadinya obesitas, menurunkan resiko osteoporosis, serta membantu para ibu untuk mengembalikan berat badan pasca melahirkan.
Bagaimana dengan susu formula? Meski susu formula tersebut telah diformulasikan khusus untuk bayi usia dibawah dua tahun, namun susu formula tidak memiliki kandungan antibodi seperti yang dimiliki ASI. Selain anak anda akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan antibodi protektif, pemberian susu formula yang asal-asalan juga meningkatkan resiko infeksi akibat botol, alat-alat untuk menyiapkan susu, susu formula yang tidak disimpan dengan baik, serta air yang tidak bisa dijamin kebersihannya. Ingat bahwa daya tahan anak anda di usia awal kehidupan masih sangat rentan. Pemberian susu formula dengan takaran yang tidak sesuai (terlalu encer) akan sangat beresiko menyebabkan malnutrisi.

Mengingat pentingnya pemberian ASI dan kerugian dari substitusi susu formula, WHO juga menyatakan bahwa sebenarnya telah ada aturan mengenai ‘perdagangan’ susu formula, yaitu:
  • Semua susu formula harus mencantumkan label dan informasi mengenai pentingnya manfaat ASI dan resiko kesehatan yang ditimbulkan akibat mengganti ASI dengan susu formula sebelum dua tahun.
  • Susu formula pengganti ASI tidak boleh dipromosikan
  • Tidak diperbolehkan adanya pemberian sample atau contoh gratis produk susu formula yang diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan kepada keluarga mereka.
  • Susu formula tidak boleh didistribusikan secara gratis atau sebagai subsidi untuk tenaga kesehatan dan di fasilitas kesehatan.




Pemberian ASI eksklusif dan melanjutkan pemberiannya hingga minimal dua tahun memang membutuhkan latihan. Beberapa ibu mungkin ada yang merasakan sedikit kesulitan pada awalnya. Puting susu sakit, takut bahwa produksi ASI-nya tidak mencukupi, serta keraguan terhadap manfaat ASI sering menjadi pemicunya. Saat ini sudah banyak terdapat pusat konseling ASI yang mudah anda temui. Mereka sangat peduli dan akan membantu anda, memberikan informasi, pelatihan, serta memberikan dukungan yang anda butuhkan selama menyusui bayi anda. Saat ini juga mulai banyak bermunculan fasilitas ruang khusus untuk ibu menyusui ditempat umum, sehingga ketika sewaktu-waktu bayi anda lapar anda dapat langsung menunaikan kewajiban anda di tempat yang nyaman. Data yang ada juga menunjukkan bahwa saat ini telah tersedia lebih dari 20.000 fasilitas untuk ibu menyusui yang tersebar di 152 negara di dunia.




Pemberian makanan pendamping ASI diberikan setelah pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dengan tetap memberikan ASI hingga minimal dua tahun. WHO merekomendasikan:
  • Frekuensi dan jumlah pemberian ASI tidak dikurangi saat memulai pemberian makanan pendamping ASI, ASI tetap diberikan sesuai permintaan anak anda.
  • Makanan pendamping ASI diberikan dengan menggunakan sendok kecil atau cangkir kecil, bukan dibuat cair dan diberikan melalui botol dengan dot.
  • Makanan pendamping ASI harus terjamin kebersihan, keamanan, kesehatan, serta mudah didapatkan di lingkungan tempat tinggal anda.
  • Dibutuhkan kesabaran karena anak anda membutuhkan waktu untuk berlatih mulai dari makanan lunak, setengah padat, hingga makanan padat.
ASI sangatlah penting untuk anak anda, bukan hanya untuk tahun-tahun pertama kehidupan mereka, tetapi juga untuk bekal kehidupan mereka kelak ketika telah dewasa. Apabila anda membutuhkan informasi lebih lanjut, hubungilah dokter anda, bahkan saat ini telah banyak klinik laktasi dan organisasi pendukung ASI yang sangat siap membantu anda agar dapat memenuhi salah satu kewajiban anda kepada anak anda ini.
Sumber : http://www.serunique.com/2013/05/pilih-asi-atau-susu-formula.html


No comments:

Post a Comment