AIR SUSU IBU ( ASI )
Air
susu ibu ( ASI ) adalah susu yang di produksi oleh manusia untuk konsumsi bayi
dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat.
Air susu ibu diproduksi karena pengaruh hormone prolaktin dan oksitosin setelah
kelahiran bayi. Air susu ibu pertama yang keluar disebut kolostrum atau jolong
dan mengandung banyak immunoglobulin IgA yang baik untuk pertahanan tubuh bayi
melawan penyakit. Bila ibu tidak dapat menyusui anaknya, harus digantikan oleh
air susu dari orang lain atau susu formula khusus. Susu sapi tidak cocok untuk
bayi sebelum berusia 1 tahun.
Dua sampel air susu ibu. Sampel
sebelah kiri adalah foremik, air susu yang encer dan bening, susu ini berasal
dari payudara yang berisi. Sampel sebelah kanan adalah hindmilk, air susu yang
kental dan putih, susu ini berasal dari payudara yang keriput.
Pengaruh Cahaya Matahari
Apabila
air susu ibu dejemur di bawah sinar matahari secara langsung, maka dalam
beberapa jam akan berubah warnanya menjadi merah seperti darah. Hal tersebut
disebabkan reaksi kimia yang dikarenakan air susu ibu mengandung berbagai macam
protein dan vitamin.
Hal – hal yang mempengaruhi produksi
ASI
Berikut
adalah hal – hal yang mempengaruhi produksi ASI
Ø Makanan
Ø Ketenangan
jiwa dan pikiran
Ø Penggunaan
alat kontasepsi
Ø Perawatan
payudara
Ø Anatomis
payudara
Ø Faktor
fisiologi
Ø Pola
istirahat
Ø Faktor
isapan anak atau frekuensi penyusuan
Ø Faktor
obat – obatan
Ø Berat
bayi lahir
Ø Umur
kehamilan saat melahirkan
Ø Konsumsi
rokok dan alcohol
Sumber
: Wikipedia
Dahsyatnya Manfaat Air Susu Ibu (
ASI )
Manusia
minum air susu manusia, sapi minum air susu sapi, ini merupakan prinsip yang
tak dapat diubah. Namun entah mulai kapan di bawah dorongan propaganda beraneka
rupa iklan susu bubuk, membuat masyarakat pada umumnya mempunyai pemikiran yang
salah, yakni susu sapi adalah yang terbaik, baru kemudian air susu ibu ( ASI ).
Namun pada kenyataannya, coba kita pikirkan, tiap pabrik susu bubuk dengan
segala upaya memperbaiki susunan gizi dalam susu bubuk, tujuannya adalah supaya
kualitas susu bubuknya sebisa mungkin mirip dengan kualitas ASI. Maka jelas ASI
adalah pilihan paling tepat bagi bayi anda.
1.
Bayi
cerdas sehat dan memiliki IQ yang baik
Jika
tidak ada suatu masalah khusus, ASI semakin di minum akan semakin bertambah
banyak, jadi tidak perlu merasa kuatir kekurangan. ASI selalu mempunyai suhu
standarnya, tingkat kesegaran yang prima dan bebas bakteri, serta mudah di
cerna. ASI mengandung berbagai macam zat antibody yang berasal dari ibu, memberi
perlindungan terhadap berbagai sumber penularan penyakit bagi bayi. Bayi yang
minum ASI di banding dengan bayi yang minum susu buatan, lebih jarang
terjangkit bermacam penyakit akut maupun kronis. ASI juga bisa mengikuti
pertumbuhan bayi dengan otomatis merubah komposisinya, untuk menyesuaikan
kebutuhan setiap tahap masa pertumbuhan bayi. ASI tidak mengandung jenis
protein dari benda lainnya, bisa mengurangi kemungkinan yang mengakibatkan bayi
terkena alergi. ASI mengandung komposisi gizi yang sangat dibutuhkan oleh
pertumbuhan otak bayi, uji klinis telah membuktikan bahwa bayi yang dibesarkan
dengan ASI, IQ-nya ( Intellegencia Quotient ) lebih tinggi. Melalui proses
menyusui, pendekatan intim antara bayi dan ibu, lebih mudah menumbuhkan IQ bayi
dalam kepercayaan diri sendiri maupun orang lain.
2.
Ibu
sehat cantik dan ceria
Ibu
yang menyusui setelah melahirkan zat oxytoxin nya akan bertambah, sehingga
dapat mengurangi jumlah darah yang keluar setelah melahirkan. Kandungan dan
perut bagian bawah juga lebih cepat menyusut kembali ke bentuk normalnya. Ibu
yang menyusui bisa menguras kalori lebih banyak, maka akan lebih cepat pulih ke
berat tubuh sebelum hamil. Ketika menyusui, pengeluaran hormon muda bertambah,
menyebabkan ibu dalam masa menyusui tidak ada kerepotan terhadap masalah
mestruasi, pada masa ini juga mengurangi kemungkinan menderita osteoporosis (
keropos tulang ) setelah masa menopause. Menurut statistik menyusui juga
mengurangi kemungkinan terkena kanker indung telur dan kanker payudara dalam
masa menopause. Juga ibu yang menyusui tidak perlu bangun tengah malam untuk
mengaduk susu bubuk, ketika pergi bertamasya juga tidak perlu membawa setumpuk
botol dan kaleng susu, bukankah bisa menjadi seorang ibu yang santai dan
gembira.
3.
Meringankan
beban pengeluaran keluarga
ASI
tersedia secara alamiah, ibu hanya perlu menguasai gizi yang seimbang dan
cukup, tidak perlu kuatir kekurangan. Minum ASI bisa menghemat pengeluaran
tambahan tiap bulan untuk membeli susu, tidak perlu beli botol susu dan alat
untuk mensterilkan. Lagi pula bayi yang minum ASI daya tahan tubuhnya lebih
kuat, dan jarang menimbulkan efek alergi pada tubuh, sehingga jarang sakit dan
mengurangi biya pengobatan.
4.
Menyayangi
bumi, menyukseskan perlindungan alam
ASI
bersuhu alami segar bebas bakteri, maka tak perlu di panaskan dan disteril,
bisa mengurangi pemborosan bahan bakar, lagi pula untuk memenuhi kebutuhan susu
bubuk yang berlebihan, dunia kita membutuhkan berapa alam hijau, bahkan
menebang pohon pelindung hutan, untuk memelihara sapi perah lebih banyak.
Melepaskan susu bubuk dan menggunakan ASI, bisa menghemat berapa banyak sampah
botol dan kaleng susu yang di buang ? Jika setiap wanita setelah melahirkan mau
menyusui dengan ASI selama 1 tahun, tentunya akan menghemat berapa banyak
pembalut wanita ?.
Sumber
: dr.Zhang Wenhua, Dokter spesialis anak
Manfaat Air Susu Ibu ( ASI )
Dilihat Dari Berbagai Aspek
Keunggulan
dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu : aspek gizi,
aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis dan
aspek penundaan kehamilan.
1.
Aspek
Gizi
Manfaat Kolostrum
Ø Kolostrum
mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai
penyakit infeksi terutama diare.
Ø Jumlah
kolostrum yang diproduksi berpariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari –
hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan
gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.
Ø Kolostrum
mengandung protein vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak
rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari – hari pertama
kelahiran.
Ø Membantu
mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.
Komposisi ASI
Ø ASI
mudah dicerna karena selain zat gizi yang sesuai, jugamengandung enzim – enzim
untuk mencerna zat – zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut.
Ø ASI
mengandung zat – zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan
perkembangan kecerdasan bayi/anak.
Ø Selain
mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan
Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dan Casein merupakan salah satu
keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak
yaitu 65 : 35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap.
Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey : Casein adalah 20 : 80,
sehingga tidak mudah diserap.
Komposisi Taurin, DHA dan AA pada
ASI
Ø Taurin
adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai
neuro – transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak.
Percobaan pada binatang menunjukan bahwa defisiensi taurin akan berakibat
terjadinya gangguan pada retina mata.
Ø Decosahexanoic
Acid ( DHA ) dan Arachidonic Acid ( AA ) adalah asam lemak tak jenuh rantai
panjang ( polyunsaturated fatty acids ) yang diperlukan untuk pembentukan sel –
sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk
menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh
dapat dibentuk / disintesa dari substansi pembentukannya ( precursor ) yaitu
masing – masing dari Omega 3 ( asam linolenat ) dan Omega 6 ( asam linoleat ).
2.
Aspek
Imunologik
Ø ASI
mengandung zat anti infeksi dan bebas kontaminasi
Ø Immunoglobulin
A (Ig A ) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig A tidak
diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri pathogen E coli dan berbagai virus
pada saluran pencernaan.
Ø Laktoferin
yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat zat
besi di saluran pencernaan.
Ø Lysosim,
enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri ( E coli dan salmonella ) dan
virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi.
Ø Sel
darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri
dari 3 macam yaitu : Brochus – Asociated Lympocyte Tissue ( BALT ) antibody
pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue ( GALT ) antibody saluran pernafasan,
dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue ( MALT ) antibody jaringan payudara ibu.
Ø Faktor
bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan
bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan
berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.
3.
Aspek
Psikologik
Ø Rasa
percaya diri ibu untuk menyusui : bahwa ibu mampu menyusui dengan produksi ASI
yang mencukupi untuk bayi. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih saying
terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon terutama oksitosin yang pada
akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.
Ø Interaksi
ibu dan bayi : pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi tergantung pada
kesatuan ibu – bayi tersebut.
Ø Pengaruh
kontak langsung ibu – bayi : ikatan kasih saying ibu – bayi terjadi karena
berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit ( skin to skin contact ). Bayi akan
merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar
denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.
4.
Aspek
Kecerdasan
Ø Interaksi
ibu – bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan
system syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi.
Ø Penelitian
menunjukan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih
tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3
point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak
diberi ASI.
5.
Aspek
Neurologis
Ø Dengan
menghisap payudara koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang
terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.
6.
Aspek
Ekonomis
Ø Dengan
menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan
bayi sampai bayi berumur 4 bulan. Dengan demikian akan menghemat pengeluaran rumah
tangga untuk membeli susu formula dan peralatannya.
7.
Aspek
Penundaan Kehamilan
Ø Dengan
menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat
digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai
Metode Amenorea Laktasi ( MAL ).
Sumber
: Buku Panduan Manajemen Laktasi : Dit.Gizi Masyarakat-Depkes RI 2001
Pilih ASI
atau Susu Formula
WHO merekomendasikan ASI langsung diberikan segera setelah
lahir (inisiasi menyusui dini, satu jam pertama setelah lahir). ASI eksklusif
diberikan untuk enam bulan pertama setelah lahir, tanpa diberikan tambahan susu
formula apalagi makanan pendamping ASI. Setelah enam bulan pertama, makanan
pendamping ASI boleh mulai diberikan dengan ASI tetap diberikan hingga minimal
usia dua tahun. ASI diberikan sewaktu-waktu sepanjang hari setiap bayi anda
ingin minum ASI. Jangan berikan pacifiers atau dot plastik pada bayi
anda, karena hanya akan menenangkan anak anda sejenak namun tidak memberikan
nutrisi yang mereka butuhkan, luangkan waktu anda demi anak anda, karena
manfaat dari pemberian ASI eksklusif ini akan menjadi bekal awal mereka ke depan.
ASI
merupakan satu-satunya susu yang ideal dan dibutuhkan oleh anak anda. Kandungan
nutrisi di dalam ASI, baik dalam jumlah maupun bentuk, merupakan satu-satunya
sumber nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan anak anda. Kandungan antibodi yang
tidak bisa anda dapatkan dari susu formula dapat membantu melindungi anak anda
dari berbagai macam penyakit, diantaranya adalah infeksi telinga, alergi,
infeksi saluran nafas dan saluran kemih, termasuk diare dan pneumonia, dua
penyebab utama kematian anak dan bayi di dunia. ASI juga memiliki keuntungan
ekonomis karena anda tidak perlu membelinya, selain itu juga menghemat waktu
dan siap pakai karena anda tidak perlu repot membuatnya. ASI juga memberikan
manfaat jangka panjang untuk anak anda, WHO menyatakan bahwa anak yang
diberikan ASI eksklusif selama enam bulan dan diteruskan pemberiannya hingga
minimal dua tahun terbukti memiliki tekanan darah normal dan kadar kolesterol
yang rendah saat dewasa, atau dengan kata lain pemberian ASI di usia awal
kehidupan akan melindungi anak anda dan menurunkan resiko overweight, obesitas,
serta diabetes tipe dua setelah mereka dewasa. Bahkan terdapat data yang
menunjukkan bahwa mereka juga memperoleh hasil tes kecerdasan (tes IQ) yang
lebih tinggi.
Pemberian
ASI juga dapat membantu mengendalikan terjadinya kehamilan berikutnya hingga
98% (namun tidak dapat disebut sebagai salah satu metode kontrasepsi yang
mutlak, efektif terutama pada pemberian ASI eksklusif selama enam bulan
pertama). Selain itu pemberian ASI juga membantu menurunkan resiko terjadinya
kanker ovarium dan kanker payudara pada ibu, mempercepat proses kembalinya
uterus ke ukuran semula setelah melahirkan, mencegah terjadinya obesitas,
menurunkan resiko osteoporosis, serta membantu para ibu untuk mengembalikan
berat badan pasca melahirkan.
Bagaimana
dengan susu formula? Meski susu formula tersebut telah diformulasikan khusus
untuk bayi usia dibawah dua tahun, namun susu formula tidak memiliki kandungan
antibodi seperti yang dimiliki ASI. Selain anak anda akan kehilangan kesempatan
untuk mendapatkan antibodi protektif, pemberian susu formula yang asal-asalan
juga meningkatkan resiko infeksi akibat botol, alat-alat untuk menyiapkan susu,
susu formula yang tidak disimpan dengan baik, serta air yang tidak bisa dijamin
kebersihannya. Ingat bahwa daya tahan anak anda di usia awal kehidupan masih
sangat rentan. Pemberian susu formula dengan takaran yang tidak sesuai (terlalu
encer) akan sangat beresiko menyebabkan malnutrisi.
Mengingat
pentingnya pemberian ASI dan kerugian dari substitusi susu formula, WHO juga
menyatakan bahwa sebenarnya telah ada aturan mengenai ‘perdagangan’ susu
formula, yaitu:
- Semua susu formula harus mencantumkan label dan informasi mengenai pentingnya manfaat ASI dan resiko kesehatan yang ditimbulkan akibat mengganti ASI dengan susu formula sebelum dua tahun.
- Susu formula pengganti ASI tidak boleh dipromosikan
- Tidak diperbolehkan adanya pemberian sample atau contoh gratis produk susu formula yang diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan kepada keluarga mereka.
- Susu formula tidak boleh didistribusikan secara gratis atau sebagai subsidi untuk tenaga kesehatan dan di fasilitas kesehatan.
Pemberian
ASI eksklusif dan melanjutkan pemberiannya hingga minimal dua tahun memang
membutuhkan latihan. Beberapa ibu mungkin ada yang merasakan sedikit kesulitan
pada awalnya. Puting susu sakit, takut bahwa produksi ASI-nya tidak mencukupi,
serta keraguan terhadap manfaat ASI sering menjadi pemicunya. Saat ini sudah
banyak terdapat pusat konseling ASI yang mudah anda temui. Mereka sangat peduli
dan akan membantu anda, memberikan informasi, pelatihan, serta memberikan
dukungan yang anda butuhkan selama menyusui bayi anda. Saat ini juga mulai
banyak bermunculan fasilitas ruang khusus untuk ibu menyusui ditempat umum,
sehingga ketika sewaktu-waktu bayi anda lapar anda dapat langsung menunaikan
kewajiban anda di tempat yang nyaman. Data yang ada juga menunjukkan bahwa saat
ini telah tersedia lebih dari 20.000 fasilitas untuk ibu menyusui yang tersebar
di 152 negara di dunia.
Pemberian
makanan pendamping ASI diberikan setelah pemberian ASI eksklusif selama enam
bulan dengan tetap memberikan ASI hingga minimal dua tahun. WHO
merekomendasikan:
- Frekuensi dan jumlah pemberian ASI tidak dikurangi saat memulai pemberian makanan pendamping ASI, ASI tetap diberikan sesuai permintaan anak anda.
- Makanan pendamping ASI diberikan dengan menggunakan sendok kecil atau cangkir kecil, bukan dibuat cair dan diberikan melalui botol dengan dot.
- Makanan pendamping ASI harus terjamin kebersihan, keamanan, kesehatan, serta mudah didapatkan di lingkungan tempat tinggal anda.
- Dibutuhkan kesabaran karena anak anda membutuhkan waktu untuk berlatih mulai dari makanan lunak, setengah padat, hingga makanan padat.
ASI sangatlah penting untuk anak
anda, bukan hanya untuk tahun-tahun pertama kehidupan mereka, tetapi juga untuk
bekal kehidupan mereka kelak ketika telah dewasa. Apabila anda membutuhkan
informasi lebih lanjut, hubungilah dokter anda, bahkan saat ini telah banyak
klinik laktasi dan organisasi pendukung ASI yang sangat siap membantu anda agar
dapat memenuhi salah satu kewajiban anda kepada anak anda ini.
Sumber
: http://www.serunique.com/2013/05/pilih-asi-atau-susu-formula.html
No comments:
Post a Comment